misi-misi bunuh diri remaja

Dua anak remaja tiba-tiba menerobos masuk ke Colorado High School dimana mereka bersekolah dan menembak tiga belas orang. Namun belum hilang kecekaman atas peristiwa penembakan di Columbine High School, telah menjadi fakta bahwa anak-anak muda itu juga sedang melakukan suatu misi bunuh diri. Anak-anak murid SMU itu dengan terencana telah merancang kematian mereka, hingga sampai peluru dan bahan peledak terakhir, hampir satu tahun sebelumnya. Meski telah miembawa bom pipa buatan sendiri, hampir satu tahun sebelumnya. Meski telah membawa bom sendiri, yang akhirnya mereka lakukan. “Mereka ingin menimbulkan kerusakan separah mungkin dan kemudian keluar dalam keadaan terbakar,” kata John Stone, polisi yang menangani kasus tersebut. Di seluruh negeri, ada banyak anak remaja yang melakukan penembakan di suatu sekolah, ribuan anak lainnya memilih menembak diri mereka sendiri, menyayat pergelangan tangan mereka, atau menelan pil-pil dalam tindakan bunuh diri atau upaya bunuh diri.

Bunuh diri didefinisikan sebagai suatu usaha, baik gagal maupun berhasil, untuk membunuh diri sendiri, dan itu merupakan suatu masalah yang dihadapi oleh banyak anak remaja. Di Amerika Serikat, bunuh diri adalah penyebab kematian pada urutan yang ke sebelas setiap tahun, dan bagi kaum muda dari usia lima belas hingga duapuluh empat tahun, tindakan itu menempati urutan ketiga penyebab kematian, di bawah kecelakaan dan pembunuhan. Yang lebih mengejutkan lagi adalah fakta bahwa jumlah upaya bunuh diri jauh melebihi tindakan bunuh diri. Sesungguhnya kaum pria cenderung lebih berhasil dalam tindakan bunuh diri daripada kaum wanita, sebab mereka lebih sering memilih metode-metode yang kejam seperti menembak atau memotong, sedangkan kaum wanita cenderung memilih metode yang kekejamannya lebih rendah seperti meminum racun atau mengkomsumsi obat serta overdosis. Banyak kali usaha bunuh diri gagal karena dilakukan di lingkungan dimana pertolongan bukan hanya mungkin tetapi juga memang tersedia. Tindakan-tindakan ini dapat dipandang sebagai teriakan meminta pertolongan.

Mengapa remaja berpikiran untuk bunuh diri? Perilaku bunuh diri terjadi sebagai respon terhadap situasi yang dipandang tengah melanda dan tidak dapat diatasi.  seperti terisolasi secara sosial, kematian dari orang yang tercinta, keuangan, perasaan tidak berguna, rasa bersalah, brokenhome, dan penyalahgunaan obat atau alkohol. Perilaku bunuh diri juga dapat disebabkan oleh gangguan emosional, termasuk depresi, schizofrenia, dan berbagai penyakit jiwa lainnya. Sebenarnya, lebih dari 90 persen tindakan bunuh diri berkaitan dengan gangguan emosi atau jiwa.

Setiap ancaman dan upaya bunuh diri harus ditanggapi dengan serius. Anda tidak boleh berasumsi bahwa seseorang yang mencoba bunuh diri itu hanyalah menginginkan perhatian. Mereka yang berulang kali berusaha bunuh diri pada akhirnya akan berhasil. Sekitar sepertiga dari orang-orang yang berupaya bunuh diri akan mengulangi usahanya itu dalam satu tahun, dan sekitar 10 persen dari mereka yang mengancam atau berupaya bunuh diri pada akhirnya benar-benar melakukannya.

Komplikasi  bunuh diri dapat bervariasi bergantung pada bentuk upaya bunuh diri yang dilakukan. Para profesional kesehatan jiwa harus segera mengevaluasi orang-orang yang mengancam atau berupaya bunuh diri. Jangan sekali-kali mengabaikan ancaman atau upaya bunuh diri! Banyak orang yang berupaya bunuh diri terlebih dulu memperbincangkannya sebelum mereka melakukan upaya. Seringkali kemampuan untuk berbicara dengan pendengar yang simpatik dan tidak menghakimi, terbukti lebih dari cukup untuk mencegah seseorang dari upaya bunuh diri. Inilah sebabnya mengapa pusat-pusat pencegahan bunuh diri mempunyai saluran telepon untuk layanan “hotline” tersendiri.

Apa saja konsekuensi dari bunuh diri? Jika upaya itu berhasil–kematian. Si pelaku (yang juga adalah korban) tidak memiliki kesempatan kedua, yang menurut keyakinan yang pelaku percayai, perbuatan itu berpeluang membawa mereka masuk ke dalam kekekalan di surga atau di neraka. Akan tetapi, jika upaya itu gagal, pelaku harus berhadapan dengan masalah-masalah lain. Pertama, pelaku terpaksa hidup dengan fakta bahwa jalan keluar satu-satunya dari masalah mereka adalah dengan mengakhiri hidup mereka sendiri. Pemikiran itu sulit untuk dihilangkan. Seringkali rasa bersalah itu mengarahkan mereka pada upaya bunuh diri kedua dan ketiga. Mau tidak mau, mereka juga harus menerima fakta bahwa masyarakat akan selamanya menandai diri yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi mungkin akan memperlakukan mereka dengan perlakuan yang berbeda. Para sahabat dan keluarga mungkin akan diuji, dn banyak yang tidak mampu bertahan. Tergantung dari metode apa yang dipakai, hal itu kemungkinan akan meninggalkan bekas luka secara fisik, emosional, dan secara sosial yang akan selalu ada selamam sisa hidup mereka.

Mengasihi anak remaja dapat mencegah banyak hal yang berpotensi terjadi pada diri mereka. Mengasihi mereka berarti mengetahui dengan siapa mereka menghabiskan waktu luang, berbincang-bincang dengan mereka secara teratur, bersedia menjadi bagian bagian dari hidup mereka bahkan meski mereka bersikap menjauh, dan bersiap sedia untuk menopang ketika mereka terjatuh.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s