woy, kemana aja lo hari gini masih bahas-bahas nietzche. hehe emang filsuf mana yang udah berhasil nge bongkar gagasan-gagasan brillianya?
benernya dari tadi gw pengen nulisin dia. tapi wordpressnya ngadat lamaaa banget baru ready for new post. trus sampai dimanaaa yaa,.. duh inget-inget dulu. sesuatu yang udah tersaji diotak jadi lamban di keluarin gara-gara kepending sistem. ah basi neh..
ntar dulu ya.. otakku lagi nge re fresh ..
akhh gini ceritanya, aku dulu penggemar beratnya dia. sampai-sampai setiap kalimat yang ada dibukunya selalu membuatku ternganga. waw! berani sekali dia.
dia, bagiku sang jenius yang telah meleburkan dirinya sendiri dalam totalitas pemikiranya. total! aku suka itu. sampai-sampai dia harus menderita kangker otak selama 11 tahun dan mati dalam keadaan gila. yahh.. memang otak manusia hanya sebesar batok kelapa, apa iya otak sebesar batok kelapa mampu menterjemahkan Tuhan dan Seluruh Esensi dan Dimensinya? begitulah akhirnya…. otak sang Nietz pun rusak!
tapi apakah harus dia dihujat dan dipersalahkan?????
apakah salahh manusia berpikiran kritis? dan mempertanyakan ulang semua hal yang konon berasal dari langit?
LIHATLAH TUHAN TELAH MATI DAN KITA LAH YANG TELAH MEMBUNUHNYA BERSAMA-SAMA!
satire banget ucapanya itu, cuma orang goblok yang menelan mentah-mentah apa yang dia ucapkan. lihatlah……………… “kita yang telah membunuh tuhan bersama-sama” (disitu tidak ditulis saya tapi kita). bagaimana tidak, kita- para teis lah yang telah membunuh tuhan. betapa agama menjadi hampa dan membingungkan bagi semua orang. moral menjadi sesuatu yang tak bisa dijelaskan. betapa tuhan.. menjadi alat untuk saling menginjak dan membantai. dimana agama?? dimana tuhan?? ya, kita telah membunuhnya bersama-sama.
nietz tidak meninggalkan apa-apa selain sebuah pertanyaan. pertanyaan kenapa kitap suci diturunkan untuk bukanya menebar damai tapi menebar perang. kita, aku yang islam, kamu yang kristen, kalian yang yahudi akar kita satu bukan?? yaitu kitabsuci.
disitu tertulis perintah bahwa manusia hanya disuruh untuk menyembah dan memurnikan ketaatan kepada Tuhan. tapi sayangnya sekarang semakin jarang orang tertarik mempelajari kitabsuci. seluruh energi kehidupan terpusat di urusan materi. hidup hanya untuk hidup. dan kalau perlu Tuhan kita seret untuk melayani hidup kita.
nietzche, mempertaruhkan hidup dan otaknya yang kecil itu untuk sebuah pertanyaan yang menggema di jagad raya.. sampai hari ini. dan pertanyaan itu akan selalu terbentur di tembok-tembok agama yang kaku.
karena itulah, katanya “DISURGA TAK ADA ORANG YANG MENARIK”
Pertanyaanya, adalah apa iya, agama yang dijalankan secara kaku dan pragmatis itu bisa mengantarkan manusia kesurga. sebenarnya peribadatan seperti apa yang dijalankan ini… yang tidak mengerti akan makna terdalam dari esensi Sang Tuhan sendiri, tidak mengerti inti-inti maksud tujuanya diciptakan manusia dan kitabsuci?
apa cukup surga dibayar hanya dengan ritual-ritual yang tak terpahami??
apakah kita- manusia- sudah mengabdi sesuai mauNya? apakah kita sudah menempatkaNya sesuai posisiNya??
atau jangan-jangan…………………………………
diam-diam kita sedang membunuhNya.
dengan ketidakperdulian kita dan menaruhNya hanya di sudut-sudut ritual yang selesai.